Published On: Fri, Mar 22nd, 2013

Banyak Perusahaan Abaikan K3, Kecelakaan Kerja Di Pelabuhan Perak Masih Tinggi

SURABAYA, SUARA PEKERJA.COM>>>Perlengkapan Keselamatan Keshatan Kerja (K3) dilingkungan pelabuhan Tanjung Perak Surabaya belum seutuhnya terlaksana. Kalangan buruh yang bekerja belum memiliki  perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang memadai sebagai unsur bagian terdepan melakukan aktivitas bongkar muat barang. Buruh tenaga kerja bongkar muat (TKBM) yang ada dipelabuhan masih kurang dihargai dan terkesan mengabaikan unsur pelaksanaan K3  sebagai aset pekerja yang berada dibagian terdepan dan rawan  berbahaya saat melakukan pekerjaan.

Kurangnya perhatian dan kepedulian perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan  memberi fasilitas K3 berujung tidak sedikit diantara TKBM menjadi korban kecelakaan kerja dan nyawa menghilang.

Salah satu kasus yang terjadi Selasa (19/03/2013) menimpa salah satu buruh TKBM bernama Askan (53) tahun tinggal di desa sungai geneng Kecamatan Sekaran Kabupaten Lamongan,  meninggal karena kecelakaan kerja pembongkaran kayu gelondongan di dermaga nilam Tanjung Perak.

Pemantauan dilokasi tempat kejadian perkara (TKP) korban dan TKBM yang bekerja malam itu tidak dilengkapi dengan perlengkapan keselamatan kesehatan kerja (K3) yang dicanangkan pemerintah. Sesuai informasi yang dihimpun Suara Pekerja.com, didermaga nilam kurun waktu 1 tahun terahir telah terjadi kecelakaan kerja,  tiga (3) buruh TKBM meninggal dan dua (2) diantaranya kecelakaan kerja bidang pekerjaan membongkar kayu gelondongan dan satu (1) kecelakaan kerja bidang bongkar muat tiang pancang saat memuat barang kekapal.

Beberapa bulan lalu salah satu TKBM juga menjadi korban kecelakaan kerja di dermaga kalimas karena sling peralatan yang digunakan kapal putus, sehingga bongkahan besi alat katrol mengenai korban dan akibatnya meninggal. Dari beberapa fakta yang ada tentu dapat dijadikan acuan bahwa perhatian keselamatan kesehatan kerja (K3) dilingkungan pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, khususnya  bagi kalangan buruh TKBM belum dilaksanakan sesuai dengan standart yang berlaku. Tentu sangatlah disayangkan jika buruh TKBM di pelabuhan Tanjung Perak, yang sudah berstatus pelabuhan Internasional pelaksanaan K3 diabaikan. Padahal BUMN ini telah menamakan diri bahwa Pelabuhan Tanjung PeraK sebagai Zero accident jika dilihat dengan perkembangan dan permasalahan tentu belum dapat memangku slogan zero accident karena kurun waktu 1 tahun terahir ini kecelakaan rentan.

M. Khusnul Jakin,  Manajer SDM dan Umum Pelindo III Tanjung Perak dikonfirmasi, Kamis (21/03/2013) seputar pelaksanaan K3 dilingkungan pelabuhan Tanjung Perak tidak banyak berkomentar. Menurut Husnul pelaksanaan K3 dikembalikan kepada perusahaan masing-masing. PT Pelindo III tidak memiliki wewenang mengawasi pelaksanaan K3 bagi buruh TKBM. Kejadian kecelakaan kerja buruh TKBM di dermaga Nilam, korban bekerja membongkar kayu log/gelongongan terjadi kecelakaan diatas kapal  bukan di dermaga. Kejadian itu merupakan tanggungjawab perusahaan bongkar muat (PBM), yang memenuhi segala perlengkapan K3. Mereka yang harus mencukupi segala perlengkapan bukan PT Pelindo III. Husnul juga menolak bila PT Pelindo III disebut sebagai pengawas pelaksanaan keselamatan kesehatan kerja di pelabuhan.

I Nyoman Gde Saputra, Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak Surabaya dikonfirmasi Suara Pekerja.com soal pelaksanaan  keselamatan kesehatan kerja (K3) bagi buruh TKBM Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mengatakan merupakan tanggungjawab masing-masing perusahaan bongkar muat (PBM) yang mempekerjakan buruh. Secara protap pelaksanaan K3 di pelabuhan Tanjung Perak sudah dan tidak mungkin harus kami awasi terus menerus kalau terjadi kecelakaan kerja harus dilihat apakah menggunakan peralatan keselamatan atau tidak. Jika tidak tentu PBM yang bersangkutan harus bertanggungjawab secara keseluruhan dan termasuk malah santunan urai I Nyoman.(Martin)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

*

PENGUNJUNG ONLINE SAAT INI :

Most Popular Posts